Wawancara Eksklusif ‘IFA’ Maliq & d’Essentials

Oktober 23, 2008 at 7:02 am 1 komentar

Seharusnya kemarin sudah saya posting, tapi berhubung ada suatu hal, saya baru bisa memostingnya sehari setelah ulang tahun Ifa. Yep, keyboardist yang terlahir 21 Oktober 1983 ini baru ulang tahun yang ke 25. Semoga panjang umur dan sukses selalu.

Selama obrolan, Mas Ifa ini ga mau dibilang artis, dia lebih suka disebut anak band. Tapi si Chaca ngotot mau nyebut dia sebagai artis, karena baginya, artis adalah mereka yang sudah masuk televisi. (Pendapat orang kampung yang belum pernah liat kamera shooting. Sama cha berarti ma saya:p)

Cool Radio kali ini menyiapkan Rhe dan Chaca sebagai host, obrolan yang diawali dengan sedikit canggung akhirnya melunak dan renyah. Berikut obrolannya:

Cool Radio: Dipanggilnya Mas Ifa aja yah, sebelumnya, sapa dan kenalin diri dulu yah sama coolovers, silahkan mas!

Ifa: Hello Coolovers, saya Ifa dari Maliq & d’Essentials. Kalau nama lengkap: Rif’at Syauqi Rahman Fachir biasa dipanggil IFA, ga pernah dipanggil Rif’at kecuali sama guru.

CR: By the way. Bener ga mas, kalau background mas Ifa ini adalah manusia nomaden?

Ifa: Hahahahaha. Dimulai dari Tk kali yah. Tk awalnya di Jakarta, karena ayah saya yang seorang diplomat, (bukan seorang pelaut lho) jadi ikut orang tua yang pindah-pindah. Betul juga tadi klo dibilang agak-agak nomaden. Dari TK lanjut di Baghdad (Iraq) sampai kelas 2 SD, kemudian balik lagi ke Jakarta. Ketika kelas 5 naik kelas 6 pindah ke New York (Amerika), disana langsung loncat ke kelas satu SMP. Kemudian 4 tahun di New York sampe kelas 1 SMA dan pindah lagi ke Jakarta sampai lulus SMA, juga sampai selesai S1. Alhamdulillah saya sekarang sedang menjalani S2 dan terus menetap di Jakarta. Kalau sekarang dalam tahap penyusunan proposal thesis. Yah mohon doanya supaya lancar. Amin.

CR: OK, sekarang lanjut ke cerita seputar Maliq & d’Essentials-nya. Seringkali kita mengira kalau Maliq itu satu orang dan d’Essentials itu satu band pengiring. Bagaimana itu mas?

Ifa: Nah. Itu memang suatu Kesalahan yang sangat lumrah terjadi. Maliq itu bukan nama satu orang, especially bukan nama vocalistnya. Kita juga bukan dari Malaysia.(most important) Itu juga salah satu yang sering banget jadi kesalahan orang. Mentang-mentang kalau salah satu personil Toophat ada yang namanya Maliq.
Maliq itu adalah singkatan dari Music And Live Instrument Quality. Maliq itu mungkin merepresentasikan konsepnya. Konsep yang dibuat oleh Angga (vocalist) dan Widie (drumer), which is mereka bisa dibilang Maliq-nya. Juga Indra (eksekutif produser di album pertama). Kemudian mereka dibuat satu konsep bernama Maliq.
d’Essentials itu nama band yang mendukung Maliq. Essentials itu kan artinya penting. Maliq itu sendiri Diawali dengan pertemanan, adapun perteman adalah sesuatu yang penting bagi kita. Jadi pada akhirnya Maliq & d’Essentials ini menjadi suatu kesatuan yang ga terpisahkan. As wind and fire, atau cool and the gank. Kita menamakan penggemar kita d’Essentials.

CR: Kalau awal terbentuknya Maliq & d’Essentials itu sendiri bagaimana? berikut dengan perjalanannya.

Ifa: Dimulai dari satu konsep yang dibuat sama Angga dan widi yang juga adik-kakak (kandung).
Maliq & d’Essentials berdiri pada tanggal 15 Mei 2002, kita anggap itu sebagai hari jadi kita. Itu pertama kali kita manggung bersama di suatu lounge yang namanya Prego. Waktu itu di daerah Wijaya-Jakarta. Kemudian selama dua tahun kita “bergerilya”. Berusaha untuk mengenalkan musik Maliq itu seperti apa.
Bawain satu dua lagu kita sendiri dan lebih banyak membawakan lagu dengan aliran black music atau soulfall music. Seperti musik-musiknya Maxwell, Eric Abadou, The Angelo, james brown. Saya sebut bergerilya karena kita berusaha nyekokin aja; Nih type musiknya itu kayak begini.
Selama masa itu kita juga pernah banget manggung nggak ada yang nonton, atau yang nonton cuma orang tua kita, saudara kita, atau temen-temen kita saja. Terus juga ada orang yang request lagu yang aneh terus ga dibawain sama kita kemudian marah. Perjuangannya cukup berat juga, tapi kita berusaha untuk tetap enjoy karena kita bermain musik dengan jujur.
Kemudian pada tahun 2005, dengan 8 personil: Amar (trompet) Jawa (bas) Satrio (gitar) Indah dan Dimi (vocal) Angga (vocalist) Widi(drummer) dan saya sendiri di keyboard.
Kita keluar dengan album pertama yang berjudul 1st Maliq & d’Essentials, dengan single pertama  ‘Terdiam’. Pada tahun pertama mungkin kita mulai ter-ekspose dengan satu event yang bernama Jakarta International Javajazz Festival. Sejak saat itu kita selalu diundang untuk perform disitu.
Kemudian tahun berikutnya kita mengeluarkan repackaged yang pertama, dengan judul: 1st Maliq & d’Essentials  Special Adition. Di tahun 2007, kita berhasil ngeluarin album yang kedua dengan tittle FREE YOUR MIND. Di tahun 2008.awal tahun kita mengeluarkan repackaged juga album FREE YOUR MIND, berjudul “Free your main repackaged”. Yang sedikit beda, kali ini digandeng dengan soundtrack film layar lebar ‘Claudia Jasmine’. Dengan single yang jadi soundtrack ‘dia’.

Kita juga ngalamin perubahan yang cukup signifikan; adalah pergantian personil (pengurangan dan pergantian). Seiring dengan keluarnya repackaged pertama,  Dimi mengundurkan diri untuk mengejar solo karir. Pada awal tahun 2008 ini, Gitaris kita; Satrio mengundurkan diri, yang kemudian diganti Kang Lale. kalau satrio sendiri dia membikin group band Alexa.
Lale gabung awal tahun ini, dan itu tidak pake audisi. Tapi dari rekomendasi temen-temen, kemudian juga chemestrynya asik, sama temen-temen ok. Alhamdulillah sampe sekarang ok.

CR: Dalam pemilihan genre musik sendiri, kenapa harus genre yang sepertisekarang? padahal bisa dikata itu jarang diminati di pasaran.

Ifa: Tadinya mau dangdut, tapi ga bisa koprol:p Simple aja sih; karena ini type musik yang disukai. Kita ga mengotakkan genre musik dalam satu genre in particular. kita ga ngaku musik kita jazz atau disco atau apa, kita bilang musik kita: Maliq Musik atau soul full atau musik yang datang dari jiwa, filosofi kita adalah bermusik dengan jujur, gimana caranya kita menghasilkan yang terbaik dari hati.  saaaaaaaah!.

CR: Nah jadi bagaimana dengan mereka yang sering kali ‘dilabeli’ bermusik untuk uang?

Ifa: Yah kamu. ko disebutin. Ok Begini; Itu adalah satu hal yang sangat disayangkan, kalau kita perhatikan khususnya musik di INdonesia, hampir tiap hari ada aja yang muncul (baik band ataupun lagu). Saya tidak akan menjudge mereka tujuannya ini atau itu. Kalau diperhatikan,  musiknya itu lagi itu lagi, kalau memang itu adalah satu type musik yang memang mereka sukai dan mereka bener-bener jujur dalam bermusik, dan itu adalah kemampuan mereka yang mereka mau bawakan. it’s ok. Asal jangan melakukan sesuatu yang targetnya ga sepenuh hati.

Salah satu tujuan kita adalah menjadikan musik yang seperti ini bukanlah kesan sesuatu yang eksklusif. Awalnya mau membuat ini lebih umum, dan itu akan terasa kita berhasil kalau memang type musik ini sudah populer lazimnya musik pop atau dangdut yang sering didengerin.

CR: Bagaimana dengan Animo masyarakat? Nama fans dan basscamp nya dimana?

Ifa: Alhamdulillah, semakin hari semakin-semakin besar. dalam konotasi positif pastinya.Tujuan kita yang seperti tadi kita tegaskan, sudah mulai menunjukkan hasil.  The Essentials, semakin tumbuh. Dari mereka ada yang pasti datang ketika kita manggung, atau datang ke suatu acara, khusus untuk melihat kita. bascamp kita adalah kantor manajemen Maliq dan juga studio plus dapur rekaman, itu ada di Jl. Pancoran timur VIII no 17. Jakarta Selatan.

CR: Pengalaman menarik mas ifa selama di MAliq? Pahit dan manisnya.

Ifa: Dari yang pahit dulu, kalau dipikir-pikir seh jadi pengalaman lucu. Kalau buat gw pribadi, (agak buka aib sendiri hahahahaha) pas masih manggung di launch. waktu itu saya lagi gendat. Saking gendatnya kursi itu ga kuat menopang berat badan saya, yang akhirnya patah. Jadi semua personil lain pada bingung, “mana keyboardist saya?”. Tapi untungnya, waktu itu ga begitu banyak penonton dan posisi saya agak tertutup tirai. Jadi seumpama di film-film kartun, saya tiba-tiba mengecil. Kalau sekarang diinget lucu aja. (silahkan bayangin yeh:p)

Pengalaman pahit, ini bisa dilihat suatu pelajaran aja kita sebagai suatu band. Sempat ada masa dimana Maliq belum terkenal. Musiknya belum umum, kita bermain dari satu cafe ke cafe lain. wanting to entertain people tapi disisi lain kita juga mau memperkenalkan type musik yang kita bawakan itu seperti apa, adakalanya itu ga da yang nonton, atau kita mengundang temen-temen atau saudara kita, ada juga yang request tapi ga dibawain yang kemudian akhirnya marah-marah. Tapi kalau sekarang kita flash back, itu terasa kocak, dan ini kita hitung sebagai pelajaran saja.

Kalau pengalaman seru, itu banyak banget. Intinya lebih banyak serunya daripada pahitnya. kita ga bisa milih mana yang paling seru; ada waktu kita di java jazz, pernah juga di sound adrenaline, atau tour ke Australia dengn artis Indonesia lainnya. Pokoknya sangat banyak. Sering kali ketika break saya bilang ke temen-temen, “Ini adalah one of the best job in the world, you get to do what you love, and you get paid for it”.
 
CR: Apa ada dari d’Essentials yang tergolong hyper fanatik? (gila banget ngefansnya)

Ifa: Alhamdulillah ga ada yang sampe serem, yang awalnya fans kemudian jadi stalker. Yah mungkin sebatas mereka yang hampir setiap kali kita manggung dia dateng.Tapi sampe sekarang masih pada batas yang menurut kita sangat menyenangkan bagi kita, karena mereka menunjukkan supportnya bagi kita. Ya ada sih pengalaman yang sampe dicubit atau dicakar, tapi itukan masih dalam batasan biasa, pernah juga gelang dari pemain terompet kita ilang. Intinya ga ada yang sampe nyeremin. Semuanya masih dibatas kita tertawa.

CR: Gimanasih ceritanya sampe harus ganti personil?

Ifa: Hm…Intinya kita di Maliq, kita selalu mendorong setiap personilnya untuk selalu berkembang, mengembangkan dirinya. Dua kali ganti personil itu salah satu proses pengembangan diri. Dimi mau mengejar solo karir dia dan sudah keluar albumnya akhir tahun lalu, disitu saya turut bantu dengan bikin satu lagu lho.
Awal tahun ini kita ditinggal gitaris; Satrio yang bikin satu band; Alexa. awalnya itu proyek sampingan yang pada akhirnya ia jatuh cinta dan pengin konsen didalamnya, dan kita ga mau menghalangi seseorang untuk mengembangkan diri.

CR: Kapannih proyeksi album terbaru?

Ifa: Proyeksi kita Maret 2009. Sekarang lagi dalam proses pre-production. Biasanya sih kita proses rekaman ketika bulan puasa. Rata-rata di bulan puasa kita banyak gunain waktu luang yang ga terlalu banyak kerjaan untuk proses kreatif dibelakang layar.

Kalau sekarang kita lagi mengepakkan sayapnya, dengan mengembangkan satu management. yang namanya ‘The One Management’. Dan kita baru saja mengeluarkan satu produk dimana Maliq & d’Essentials berperan sebagai produser dan eksekutif produser. Produk itu adalah suatu band yang bernama Twentyfirst Night, dan nama itu karena mereka terbentuk pada 21 September. Kita juga satu lagi (produk yang sebentar lagi kita keluarkan) namanya ‘The Boogiman’. Jadi sekarang kita mencoba untuk berperan dibelakang dan tidak cuma didepan layar.

CR: Bagaimana dengan mereka yang menyanyikan lagu orang lain?

Ifa:Ada juga mereka yang demikian, tapi kalau memang mampu menampilkan kreatif sendiri, why not? dan itu sangat bagus pastinya.

CR: Di lagu terbaru, Mata Hati Telinga itukan masuk single religi, apa ada alasan sehingga membikin lagu religi atau mau ikut-ikutan tren saat itu saja?

Ifa: Bukan ikut-ikutan trend sih sebetulnya, satu momentum dan kesempatan yang diberikan kepada kita sangat pas, pada saat mau memasuki bulan Ramadhan kemarin, kita keluar dua single. Pertama mata hati telinga dirilis sebagai single dalam bentuk RBT. Satu lagi berjudul ‘Tafakur’, yang kita rilis bersama dengan satu album kompilasi ‘Lomba Cipta lagu dan Lirik Muslim 2008’. Itu pertama kali Maliq membawakan lagu ciptaan orang lain.

Demikian sejam bersama Ifa.  Semoga ga ada yang terlewat….:ngacir:

Iklan

Entry filed under: musik. Tags: , .

Rumah Makan Baru Coklat 7 Cinta; Sinema Romantis ala Santri

1 Komentar Add your own

  • 1. Tim  |  November 7, 2008 pukul 3:45 am

    Nice article… thanks for sharing.. keep it up ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terakhir

Komentar Terbaru

tato pada Selamat Datang
amad iyiz pada Hello world!
Tim pada Wawancara Eksklusif ‘IFA…

%d blogger menyukai ini: